Review Buku. Rumah Untuk Alie
Novel ini di tulis oleh Lenn Liu dam di terbitkan pada tanggal 24 Februari 2024, buku ini memiliki 262 halaman.Alasan saya memilih buku ini karena saya tertarik dengan isi yang ada di buku ini
Sinopsis
Buku ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Alie Ishala Samantha yang semula hidup dalam keluarga yang penuh cinta dan rumah yang selalu memeluknya. Namun sejak dituduh menjadi penyebab meninggalnya Bunda Gianala lima tahun lalu, segalanya berubah dalam semalam. Sebutan "pembunuh" pun disematkan dalam dirinya, dan dia terus mendapatkan penolakan dan rasa sakit dari ayah dan keempat kakaknya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta.
Hidup Alie kini terasa bagai neraka. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, malah menjadi tempat penyiksaan bagi fisik dan mentalnya. Pertanyaan ini pun kerap menghampiri Alie.
Alasan saya menyukai buku ini:
Saya menyukai novel Rumah untuk Alie karena ceritanya sangat menyentuh dan penuh emosi. Tokoh utamanya, Alie, digambarkan sebagai sosok yang kuat meskipun hidupnya dipenuhi luka dan penolakan dari keluarganya sendiri. Bahasa nya pun mudah di pahami dan mengalir, membuat saya nyaman membaca buku ini.
Kelebihan dan Kekurangan:
sampulnya yang menarik perhatian semua orang yang melihatnya dan karakter utama, Alie, digambarkan sangat kuat. Dia benar-benar berdiri di kakinya sendiri untuk melewati banyaknya luka yang dia rasakan, meskipun luka itu sebenarnya tidak seharusnya dia terima. Namun, Alie tetap berjuang keras di tengah rumah yang seharusnya memberi kehangatan, kenyamanan, dan perlindungan, tapi malah menjadi tempat penyiksaan yang tak ada habisnya.
Kekurangan nya ada beberapa bagian alur dalam cerita yang terasa lambat, terutama di bagian pertengahan cerita. Dan menurut saya ada beberapa part cerita yang terlalu berlebihan, dan dalam cerita ini juga banyak part kekerasan dan penganiyaan
Pesan moral:
bahwa keluarga dan kasih sayang jauh lebih berharga daripada harta atau kemewahan. Buku ini mengajarkan pentingnya kepedulian, pengorbanan, dan saling memahami antaranggota keluarga, terutama saat menghadapi kesulitan hidup.
Selain itu, cerita ini juga menyampaikan bahwa rumah bukan hanya tempat untuk tinggal secara fisik, tetapi tempat di mana kita merasa diterima, dicintai, dan dihargai apa adanya.
Komentar
Posting Komentar